watch sexy videos at nza-vids!

ABG Club Gallery
Update Video 3GP & MP4 XXX

Aku dan 3 cewek cantik

Entah mengapa, semakin sering
aku melakukan making love
dengan seseorang, membuat
kehidupan sex aku semakin baik
aja.
Dan entah semuanya itu
semakin bisa aku nikmati.
Mungkin semua ini adalah
dampak dari terlalu tingginya
libiloku sehingga saat aku mood,
tidak jarang setelah pulang
kerja aku melakukan dengan
teman kantorku.
Aku selalu bersyukur mempunyai
kelebihan dalam urusan bercinta.
Ditambah Pengetahuan sex aku
yang aku dapatkan dari film bf,
buku-buku sampai obrolan-
obrolan dengan teman di
kantorku, membuat aku semakin
bisa menyelami tentang apa itu
sex. Sehingga aku benar-benar
fasih dalam menerjemahkan apa
yang aku dapat dari
pengetahuan tentang sex. Itu
terbukti dengan keluarnya
banyak pujian dari para teman
making love aku. Rata-rata
mereka sangat puas saat
bercinta denganku, dan mereka
menemukan, merasakan dan
menikmati sesuatu yang
sebelumnya belum pernah
mereka rasakan dalam masalah
sex.
*****
Cerita ini berawal dari
perkenalanku dengan seorang
wanita karir, yang entah
bagaimana ceritanya wanita
karir tersebut mengetahui
nomor kantorku.
Siang itu disaat aku hendak
makan siang tiba-tiba telepon
lineku berbunyi dan ternyata
operator memberitau saya kalau
ada telepon dari seorag wanita
yang engak mau menyebutkan
namanya dan setelah kau
angkat.
"Hallo, selamat siang joko," suara
wanita yang sangat manja
terdengar.
"Helo juga, siapa ya ini?" tanyaku
serius.
"Namaku Karina," kata wanita
tersebut mengenalkan diri.
"Maaf, Mbak Karina tahu nomor
telepon kantor saya dari mana?"
tanyaku menyelidiki.
"Oya, aku temannya Yanti dan
dari dia aku dapat nomor kamu,"
jelasnya.
"Ooo.. Yanti," kataku datar.
Aku mengingat kisahku,
sebelumnya yang berjudul empat
lawan satu. Yanti adalah seorang
wanita karir yang juga
'mewarnai' kehidupan sex aku.
"Gimana kabarnya Yanti dan
dimana sekarang dia tinggal?"
tanyaku.
"Baik, sekarang dia tinggal di
Surabaya, dia titip salam kangen
sama kamu," jelas Karina.
Sekitar 10 menit, kami berdua
mengobrol layaknya orang sudah
kenal lama. Suara Karina yang
lembut dan manja, membuat aku
menerka-nerka bagaimana
bentuk fisiknya dari wanita
tersebut. Saat aku
membayangkan bentuk fisiknya,
Karina membuyarkan lamunanku.
"Hallo.. Joko, kamu masih disitu?"
tanya Karina.
"Iya.. Iya Mbak.." kataku gugup.
"Hayo mikirin siapa, lagi mikirin
Yanti yaa?" tanyanya
menggodaku.
"Nggak kok, malahan mikirin
Mbak Karina tuh," celetukku.
"Masa sih.. Aku jadi GR deh"
dengan nada yang sangat
menggoda.
"Joko, boleh nggak aku bertemu
dengan kamu?" tanya Karina.
"Boleh aja Mbak.. Bahkan aku
senang bisa bertemu dengan
kamu," jawabanku semangat
"Oke deh, kita ketemuan dimana
nih?" tanyanya semangat.
"Terserah Mbak deh, Joko sih
ngikut aja?" jawabku pasrah.
"Oke deh, nanti sore aku tunggu
kamu di Mc. Donald plasa
senayan," katanya.
"Oke, sampai nanti joko.. Aku
tunggu kamu jam 18.30," sambil
berkata demikian, aku pun
langsung menutup teleponku.
Aku segera meluncur ke kantin
untuk makan siang yang sempat
tertunda itu. Sambil
membayangkan kembali gimana
wajah wanita yang barusan saja
menelpon aku. Setelah aku
selesai makan aku pun langsung
segera balik ke kantor untuk
melakukan aktivitas selanjutnya.
Tanpa terasa waktu sudah
menunjukkan pukul 17.00, tiba
saatnya aku pulang kantor dan
aku segera meluncur ke plasa
senayan. Sebelumnya prepare
dikantor, aku mandi dan
membersihkan diri setelah
seharian aku bekerja. Untuk
perlengkapan mandi, aku sengaja
membelinya dikantin karena aku
nggak mau ketemu wanita
dengan tanpak kotor dan bau
badan, kan aku menjadi nggak
pede dengan hal seperti itu.
Tiba di Plasa Senayan, aku
segera memarkirkan mobil
kijangku dilantai dasar. Jam
menunjukkan pukul 18.15. Aku
segera menuju ke MC. Donald
seperti yang dikatakan Karina.
Aku segera mengambil tempat
duduk disisi pagar jalan, sehingga
aku bisa melihat orang lalu lalang
diarea pertokaan tersebut.
Saat mataku melihat situasi
sekelilingku, bola mataku
berhenti pada seorang wanita
setengan baya yang duduk
sendirian. Menurut perkiraanku,
wanita ini berumur sekitar 32
tahun. Wajahnya yang lumayan
putih dan juga cantik, membuat
aku tertegun, nataku yang
nakal, berusaha menjelajahi
pemadangan yang indah
dipandang yang sangat
menggiurkan apa lagi abgian
depan yang sangat menonjol itu.
Kakinya yang jenjang, ditambah
dengan belahan pahanya yang
putih dan juga montok dibalik
rok mininya, membuat aku
semakin gemas. Dalam hatiku,
wah betapa bahagianya diriku
bila yang aku lihat itu adalah
orang yang menghubungiku tadi
siang dan aku lebih bahagia lagi
bila dapat merasakan tubuhnya
yang indah itu.
Tiba-tiba wanita itu berdiri dan
menghampiri tempat dudukku.
Dadaku berdetuk kencang ketika
dia benar-benar mengambil
tempat duduk semeja dengan
aku.
"Maaf apakah kamu Joko?"
tanyanya sambil menatapku.
"Iy.. Iyaa.. Kamu pasti Karina,"
tanyaku balik sambil berdiri dan
mengulurkan tanganku.
Jarinya yang lentik menyetuh
tanganku untuk bersalaman dan
darahku terasa mendesr ketika
tangannya yang lembut dan juga
halus meremas tangaku dengan
penuh perasaan.
"Silahkan duduk Karina," kataku
sambil menarik satu kursi di
depanku.
"Terima kasih," kata Karina
sambil tersenyum.
"Dari tadi kamu duduk disitu kok
nggak langsung kesini aja sih?"
tanyaku.
"Aku tadi sempat ragu-ragu,
apakah kamu memang Joko,"
jelasnya.
"Aku juga tadi berpikir, apakah
wanita yang cantik itu adalah
kamu?" kataku sambil
tersenyum.
Kami bercerita panjang lebar
tentang apapun yang bisa
diceritakan, kadang-kadang kami
berdua saling bercanda, saling
menggoda dan sesekali bicara
yang 'menyerempet' ke arah sex.
Lesung pipinya yang dalam,
menambah cantik saja wajahnya
yang semakin matang.
Dari pembicaraan tersebut,
terungkaplah kalau Karina
adalah seorang wanita yang
sedang bertugas di Jakarta.
Karina adalah seorang
pengusaha dan kebetulan selama
4 hari dinas di Jakarta.
"Karin, kamu kenal Yanti
dimana?" tanyaku.
Yanti adalah teman chattingku di
YM, aku dan Yanti sering online
bersama. Dan kami terbuka satu
sama lain dalam hal apapun.
Begitu juga kisah rumah tangga,
bahkan masalah sex sekalipun.
Mulutnya yang mungil
menjelaskan dengan penuh
semangat.
"Emangnya Yanti menikah kapan?
Aku kok nggak pernah
diberitahu sih," tanyaku penuh
penasaran.
"Dia menikah dua minggu yang
lalu dan aku nggak tahu kenapa
dia nggak mau memberi tahu
kamu sebelumnya," Jawabnya
penuh pengertian.
"Ooo, begitu.." kataku sambil
manggut-manggut.
"Ini adalah hari pertamaku di
Jakarta dan aku berencana
menginap 4 hari, sampai urusan
kantorku selesai," jelasnya tanpa
aku tanya.
"Sebenarnya tadi Yanti juga mau
dateng tapi berhubung ada
acara keluarga jadi kemungkinan
dia akan datang besok harinya
dia bisa dateng," jelasnya
kembali.
"Memangnya Mbak Karina
menginap dimana nih?" tanyaku
penasaran.
"Kebetulan sama kantor sudah
dipesankan kamar buat aku di
hotel H.."jelasnya.
"Mmm, emangnya Mbak sama
siapa sih?" tanyaku menyelidik.
"Ya sendirilah, Joko.. Makanya
saat itu aku tanya Yanti,"
katanya
"Tanya apa?" tanyaku mengejar.
"Apakah punya teman yang bisa
menemaniku selama aku di
Jakarta," katanya.
"Dan dari situlah aku tahu nomor
telepon kamu," lanjutnya.
Tanpa terasa waktu sudah
menunjukan pukul 10.25 wib, dan
aku lihat sekelilingku pertokoan
mulai sepi karena memang sudah
mulai larut malam. Dan toko pun
sudah mulai tutup.
"Jok.. Kamu mau anter aku balik
ke hotel nggak?" tanyanya.
"Boleh, masa iya sih aku tega sih
biarin kamu balik ke hotel
sendirian," kataku.
Setelah obrolan singkat, kami
segera menuju parkiran mobil
dan segera meluncur ke hotel H..
Yang tidak jauh dari pusat
pertokoan Plasa Senayan. Aku
dan Karina bergegas menuju lift
untuk naik ke lantai 5, dan
sesampainya di depan kamarnya,
Karina menawarkan aku untuk
masuk sejenak. Bau parfum yang
mengundang syaraf kelaki-
lakianku serasa berontak ketika
berjalan dibelakangnya.
Dan ketika aku hendak masuk
ternyata ada dua orang wanita
yang sedang asyik ngegosip dan
mereka pun tersenyum setelah
aku masuk kekamarnya. Dalam
batinku, aku tenyata dibohongi
ternyata dia nggak sendiri.
Karina pun memperkenalkan
teman-temannya yang cantik
dan juga sex yang berbadan
tinggi dan juga mempunyai
payudara yang besar dia adalah
Miranda(36b) sedangkan yang
mempunyai badan yang teramat
sexy ini dan juga berpayudara
yang sama besarnya bernama
Dahlia(36b). Dan mereka pun
mempersilahkan aku duduk.
Tanpa dikomando lagi mereka
pun perlahan-lahan memulai
membuka pakaian mereka satu
persatu, aku hanya bisa melotot
saja tak berkedip sekali pun, tak
terasa adik kecilku pun segera
bangun dari tidurnya dan segera
bangun dan langsung mengeras
seketika itu juga. Setelah
mereka telanjang bulat
terlihatlah pemandangan yang
sangat indah sekali dengan
payudara yang besar, Karina
pun langsung menciumku dengan
ganasnya aku sampai nggak bisa
bernafas karena serangan yang
sangat mendadak itu dan aku
mencoba menghentikannya.
Setelah itu dia pun memohon
kepadaku agar aku memberikan
kenikmatan yang pernah aku
berikan sama Yanti dan kawan-
kawan. Setelah itu Karina pun
langsung menciumku dengan
garangnya dan aku pun nggak
mau tinggal diam aku pun
langsung membalas ciumannya
dengan garang pula, lidah
kamipun beraduan, aku mulai
menghisap lidahnya biar dalam
dan juga sebaliknya. Sedangkan
Miranda mengulum penisku ke
dalam mulutnya, mengocok
dimulutnya yang membuat
sensasi yang tidak bisa aku
ungkapkan tanpa sadar aku pun
mendesah.
"Aaahh enak Mir, terus Mir hisap
terus, aahh.."
Sedangkan Dahlia menghisap
buah zakarku dengan lembutnya
membuat aku semakin nggak
tertahankan untuk mengakhiri
saja permaianan itu. Aku pun
mulai menjilati vagina Karina
dengan lembut dan perlahan-
lahan biar dia bisa merasakan
permaianan yang aku buat.
Karina pun menjerit keras sambil
berdesis bertanda dia menikmati
permainanku itu.
Mirandapun nggak mau kalah dia
menghisap payudaranya Karina
sedangkan Dahlia mencium bibir
Karina agar tidak berteriak
ataupun mendesis. Setelah
beberapa lama aku menjilati
vaginanya terasa badannya
mulai menegang dan dia pun
mendesah.
"Jok.. Akuu mauu keeluuarr."
Nggak beberapa lama keluarlah
cairan yang sangat banyak itu
akupun langsung menghisapnya
sampai bersih tanpa tersisa.
Setelah itu aku pun langsung
memasukkan penisku ke dalam
vagina Karina, perlahan-lahan
aku masukkan penisku dan sekali
hentakan langsung masuk semua
ke dalam vaginanya yang sudah
basah itu. Aku pun langsung
menggenjotnya dengan sangat
perlahan-lahan sambil menikamati
sodokan demi sodokan yang aku
lakukan dan Karina pun mulai
mendesah nggak karuan.
"Aaahh enak Jok, terus Jok,
enak Jok, lebih dalam Jok aahh,
sstt.."
Membuat aku bertambah nafsu,
goyanganku pun semakin aku
percepat dan dia mulai berkicau
lagi.
"Aaahh enak Jok, penis kamu
enak banget Jok, aahh.."
Setelah beberapa lama aku
mengocok, diapun mulai
mengejang yang kedua kalinya
akupun semakin mempercepat
kocokanku dan tak beberapa
lama aku mengocoknya keluarlah
cairan dengan sangat derasnya
dan terasa sekali mengalir
disekitar penisku. Akupun segera
mencabut penisku yang masih
tegang itu. Miranda segera
mengulum penisku yang masih
banyak mengalir cairan Karina
yang menempel pada penisku,
sedangkan Dahlia menghisap
vaginanya Karina yang masih
keluar dalam vaginanya dengan
penuh nafsunya.
Miranda pun mulai mengambil
posisi, dia diatas sedangkan aku
dibawah. Dituntunnya penisku
untuk memasuki vaginanya
Miranda dan serentak langsung
masuk. Bless.. Terasa sekali
kehangatan didalam vaginanya
Miranda. Dia pun mulai menaik
turunkan pantatnya dan disaat
seperti itulah dia mulai
mempercepat goyangannya yang
membuat aku semakin nggak
karuan menahan sensasi yang
diberikan oleh Miranda.
Dahlia pun mulai menghisap
payudara Miranda penuh gairah,
sedangkan Karina mencium bibir
Miranda dengan garangnya,
Miranda mempercepat
goyangannya yang membuat aku
mendesah.
"Aaahh enak Mir.. Terus Mir..
Goyang terus Mir.. Lebih dalam
lagi Mir.. Aaahh sstt"
Dan selang beberapa menit aku
merasakan penisku mulai
berdenyut,
"Mir.. Aku.. ingiin keeluuaarr"
Seketika itu juga muncratlah air
maniku didalam vaginanya, entah
berapa kali munceratnya aku
nggak tahu karena terlalu
nikmatnya dan diapun masih
mengoyang semakin cepat.
Seketika itu juga tubuhnya mulai
menegang dan terasa sekali
vaginanya berdenyut dan selang
beberapa lama keluarlah cairan
yang sangat banyak sekali, aku
pun langsung mengeluarkan
penisku yang sudah basah kuyup
ditimpa cairan cinta. Mereka pun
berebutan menjilati sisa-sia
cairan yang masih ada dipenisku,
Dahlia pun langsung menjilati
vaginanya Miranda yang masih
mengalir cairan yang masih
menetes di vaginanya. Akupun
melihat mereka seperti
kelaparan yang sedang
berebutan makanan, setelah
selang beberapa lama aku mulai
memeluk Dahlia dan aku pun
mulai mencium bibirnya dan mulai
turun ke lehernya yang jenjang
menjadi sasaranku yang mulai
menari-nari diatasnya.
"Ooohh.. Joko.. Geelli.." desah
Dahlia.
Serangan bibirku semakin
menjadi-jadi dilehernya, sehingga
dia hanya bisa merem melek
mengikuti jilatan lidahku.
Miranda dan Karina mereka asyik
berciuman dan saling menjilat
payudara mereka. Setelah aku
puas dilehernya, aku mulai
menurunkan tubuhnya sehingga
bibirku sekarang berhadapan
dengan 2 buah bukit kembarnya
yang masih ketat dan kencang.
Aku pun mulai menjilati dan
sekali-kali aku gigit puntingnya
dengan gigitan kecil yang
membuat dia tambah terangsang
lagi dan dia medesah.
"Aaahh enak sekali Jok.. Terus
Jok hisap terus Jok enak Jok
aahh sstt.."
Dahlia pun membalasnya dengan
mencium bibirku dengan
nafsunya dan setelah itu turun
ke pusar dan setelah itu dia
mulai mengulum, mengocok,
menjilat penisku didalam
mulutnya. Setelah dia puas aku
kembali menyerangnya langsung
ke arah lubang vaginanya yang
memerah dan disekelilingi
rambut-rambut yang begitu
lebat. Aroma wangi dari lubang
kewanitaannya, membuat
tubuhku berdesis hebat. Tanpa
menunggu lama lagi, lidahku
langsung aku julurkan
kepermukaan bibir vagina.
Tanganku bereaksi untuk
menyibak rambut yang tumbuh
disekitar selangkangannya untuk
memudahkan aksiku menjilati
vaginanya.
"Ssstt.. Jok.. Nikmat sekali.. Ughh,"
rintihnya.
Tubuhnya menggelinjang, sesekali
diangkat menghindari jilatan
lidahku diujung clitorisnya. Gerak
tubuh Dahlia yang terkadang
berputar-putar dan naik turun,
membuat lidahku semakin
menghujam lebih dalam ke lubang
vaginanya.
"Joko.. Gila banget lidah kamu.."
rintihnya
"Terus.. Sayang.. Jangan
lepaskan.." pintanya.
Paha Dahlia dibuka lebar sekali
sehingga memudahkan lidahku
untuk menjilatnya. Dahlia
menggigit bibir bawahnya seakan
menahan rasa nikmat yang
bergejola dihatinya.
"Oohh.. Joko, aku nggak tahan..
Ugh.." rintihnya.
"Joko cepet masukan penis kamu
aku sudah nggak tahan nih,"
pintanya.
Perlahan aku angkat kaki
kanannya dan aku baringkan
ranjang yang empuk itu. Batang
kemaluanku sudah mulai mencari
lubang kewanitaannya dan sekali
hentak.
"Bleest.." kepala penisku
menggoyang vaginanya Dahlia.
"Aowww.. Gila besar sekali Jok..
Punya kamu," Dahlia merintih.
Gerakan maju mundur pinggulku
membuat tubuh Dahlia
mengelinjang hebat danm
sesekali memutar pinggulnya
sehingga menimbulkan
kenikmatan yang luar biasa
dibatang kemaluanku.
"Joko.. Jangan berhenti sayang..
Oogghh," pinta Dahlia.
Dahlia terus menggoyangkan
kepalanya kekanan dan kekiri
seirama dengan penisku yang
menghujam dalam pada lubang
kewanitaannya. Sesekali Dahlia
membantu pinggulnya untuk
berputar-putar.
"Joko.. Kamu.. Memang.. Jagoo..
Ooohh," kepalannya bergerak ke
kiri dan ke kanan seperti orang
triping.
Beberapa saat kemudian Dahlia
seperti orang kesurupan dan
ingin memacu birahinya
sekencang mungkin. Aku
berusaha mempermainkan
birahinya, disaat Dahlia semakin
liar. Tempo yang semula tinggi
dengan spontan aku kurangi
sampai seperti gerakan lambat,
sehingga centi demi centi batang
kemaluanku terasa sekali
mengoyang dinding vagina Dahlia.
"Joko.. Terus.. Sayang.. Jangan
berhenti.." Dahlia meminta.
Permainanku benar-benar
memancing birahi Dahlia untuk
mencapai kepuasan birahinya.
Sesaat kemudian, Dahlia benar-
benar tidak bisa mengontrol
birahinya. Tubuhnya bergerak
hebat.
"Joko.. Aakuu.. Kelluuaarr..
Aaakkhh.. Goyang sayang," rintih
Dahlia.
Gerakan penisku kubuat patah-
patah, sehingga membuat birahi
Dahlia semakin tak terkendali.
"Jok.. Ooo.. Aaammpuunn,"
rintihnya panjang.
Bersamaan dengan rintihan
tersebut, aku menekan penisku
dengan dalam hingga mentok
dilangit-langit vagina Dahlia. Aku
merasakan semburan cairan
membasahi seluruh penisku.
Dahlia yang sudah mendapat
kedua orgasmenya, sedangkan
aku masih berusaha untuk
mencari kepuasan birahiku. Posisi
Dahlia, sekarang menungging.
Penisku yang masih tertancap
pada lubang vaginanya langsung
aku hujamkan kembali ke lubang
vaginanya Dahlia.
"Ooohh.. Joko.. Kamu.. Memang..
Ahli.." katanya sambil merintih.
Kedua tanganku mencengkeram
pinggul Dahlia dan menekan
tubuhnya supaya penisku bisa
lebih menusuk ke dalam lubang
vaginanya.
"Dahlia.. Vagina kamu memang
enak banget," pujiku.
"Kamu suka minum jamu yaa kok
seret?" tanyaku.
Dahlia hanya tersenyum dan
kembali memejamkan matanya
menikmati tusukan penisku yang
tiada hentinya. Batang
kemaluanku terasa dipijiti oleh
vagina Dahlia dan hal tersebut
menimbulkan kenikmatan yang
luar biasa. Permainan sexku
diterima Dahlia karena ternyata
wanita tersebut bisa
mengimbangi permainan aku.
Sampai akhirnya aku tidak bisa
menahan kenikmatan yang mulai
tadi sudah mengoyak birahiku.
"Dahlia.. Aku mau.. Keluar.."kataku
mendesah.
"Aku juga sayang.. Ooohh.. Nikmat
terus.. Terus.." Dahlia merintih.
"Joko.. Keluarin didalam.. Aku ingin
rasakan semprotan.. Kamu.."
pintanya.
"Iya sudah.. Ooogh.. Aaakhh.."
rintihku.
Gerekan maju mundur dibelakang
tubuh Dahlia semakin kencang,
semakin cepat dan semakin liar.
Kami berdua berusaha mencapai
puncak bersama-sama.
"Joko.. Aku.. Aku.. Ngaak
kkuuaatt.. Aaakhh" rintih Dahlia.
"Aku juga sudah.. Ooogh.. Dahh,"
aku merintih.
"Crut.. Crut.. Crut.." spermaku
muncrat membanjiri vaginanya
Dahlia.
Karena begitu banyak spermaku
yang keluar, beberapa tetes
sampai keluar dicelah vagina
Dahlia. Setelah beberapa saat
kemudian Dahlia membalikkan
tubuhnya dan berhadapan
dengan tubuhku.
"Joko, ternyata Yanti benar,
kamu jago banget dalam urusan
sex. Kamu memang luar biasa"
kata Dahlia merintih.
"Biasa aja kok Mbak, aku hanya
melakukan sepenuh hatiku saja,"
kataku merendah.
"Kamu luar biasa.." Dahlia tidak
meneruskan kata-katanya
karena bibirnya yang mungil
kembali menyerang bibirku yang
masih termangu.
Segera aku palingkan wajahku
ke arah Karina dan Miranda,
ternyata mereka sudah tertidur
pulas mungkin karena sudah
terlalu lelah, dan akupun tak
kuasa menahan lelah dan
akhirnya akupun tertidur pulas.
Dan setelah 4 jam aku tertidur
aku pun terbangun karena ada
sesuatu yang sedang mengulum
batang kemaluanku dan
ternyata Miranda sudah bangun
dan aku pun menikmatinya sambil
menggigit bibir bawahku. Dan
kuraih tubuhnya dan kucium
bibirnya penuh dengan gairah
dan akhirnya kami pun
mengulang kembali sampai besok
harinya. Dengan terpaksa aku
menginap karena pertarunganku
dengan mereka semakin seru
aja.
Ketika pagi telah tiba akupun
langsung ke kamar mandi di ikuti
oleh mereka dan akupun mandi
bareng dan permainan dimulai
kembali didetik-detik ronde
terakhir. Tanpa terasa kami
berempat sudah naik didalam
bathup, kami mandi bersama.
Guyuran air dipancurkan shower
membuat tubuh mereka yang
molek bersinar diterpa cahaya
lampu yang dipancarkan ke
seluruh ruangan tersebut.
Dengan halus, mereka
menuangkan sabun cair dari
perlengkapan bag shop punya
mereka. Aku mengosok keseluruh
tubuh mereka satu persatu,
sesekali jariku yang nakal memilih
punting mereka.
"Ughh.. Joko.." mereka merintih
dan bergerak saat aku
permainkan puntignya yang
memerah.
Sebelum aku meinggalkan
mereka, kami berempat berburu
kenikmatan. Dan entah sudah
berapa kali mereka yang sedang
membutuhkan kehangatan
mendapatkan orgasme. Kami
memburu kenikmatan berkali-
kali, kami berempat memburu
birahinya yang tidak kenyang.
Sampai akhirnya waktu
menunjukkan pukul 08.00 wib,
dimana aku harus berangkat
kerja dan pada jam seperti ini
jalanan macet akupun
mempercepat jalannya agar
tidak terkena macet yang
berkepanjangan. Aku
meninggalkan Hotel H.. Sambil
menikmati sisa-sisa kenikmatan
yang sudah ditinggalkan oleh
permainan tadi.
E N D

Back to posts
Comments:
[2014-12-21 21:53:33] Kusuma ginting:

2 jempol buat sang pejantan tangguh,tp ngmg2 jgn rakus la bgi 1 buat q entotin...!

[2014-01-29 06:29:53] ben:

siipp

[2013-09-29 07:59:44] Lutfi:

Ne bagi yang pengen juga buat cwe' hub

083181713323


Post a comment

Next Page >>
• Kamasutra XXX
• Bollywood X Videos
• Kumpulan Video Artis Hot!!
users online
Day: 38 | All: 931731